Tugas KKPI kelas 4 Semester 8 untuk Jurusan
Agribisnis Tanaman Pertanian (ATP) Tahun 2013/2014
Contoh
perusahaan dimana saya (siswa) sebagai pemilik perusahaan ini. Perusahaan yang
saya buat sesuai dengan ketentuan dari guru yaitu perusahaan yang di buat sama
dengan perusahaan tempat PI semester 1.
Cerita Singkat
PT. DHARMA SANTOSA bergerak di bidang Perkebunan. Tanaman
budidaya yang di
kembangkan dalam riset kami pada jenis tanaman Perkebunan antaranya : Karet
dan Kakao. Untuk memenuhi
permintaan pasar PT. DHARMA SANTOSA membuka kebun produksi di daerah Ngadirejo. Kebun yang dimiliki luasnya sekitar 40 hektar. Semua kegiatan dilakukan di
kebun tersebut, mulai dari Persiapan Lahan, penanaman, sampai
penanganan
pasca panen. Kantor pusat PT. DHARMA SANTOSA berada di Temanggung
, alamatnya di
Jalan Yos Sudarso no. 47.
Berdirinya PT. DHARMA
SANTOSA berawal dari
peluang yang saya lihat di bidang Perkebunan.
Peluang memperoleh keuntungan yang lumayan besar dapat terlihat saat saya mulai
merintis usaha dalam bidang perkebunan kakao dan karet ini. Dapat di lihat juga
bahwa setiap orang di lapisan negeri ini membutuhkannya, misalnya untuk bahan
dasar membuat bubuk coklat, perusahaan pasti mencari bahan di pabrik kakao.
Belum lagi untuk bahan dasar ban mobil, untuk bahan dasar sepatu karet / boots,
dan lain sebagainya. Saya rasa prospek untuk perkebunan tanaman kakao dan karet
ini sangat cerah.
Harga jual yang perusahaan buat relative
tinggi. Kami menawarkan kualitas yang bisa di tandingkan dengan produk-produk
perusahaan lain. Kami juga mengeksport hasil getah karet atau sheet-sheet karet
di beberapa Negara.
1. Komoditas PT.
Delaga Ceka.
PT.
DHARMA SANTOSA yang bergerak dibidang Perkebunan menyediakan produk
berkualitas unggul.
Beberapa komoditas dikembangkan di perusahaan ini seperti :
a. Kakao
b. Karet
2. Penanganan QC
(Quality Control) perusahaan
Tugas
Pengendalian Quality di perusahaan ini terbagi kedalam berbagai department yang
memiliki tugas dan fungsi masing-masing namun tetap terkait dalam satu
rangkaian untuk mewujudkan produk yang berkualitas tinggi.
a. Research
and Development (RnD) Department
Department
ini merupakan department yang memiliki dua fungsi pokok yaitu :
· HPT
· Perbanyakan
Kultur Jaringan
b. QC
Produksi
QC
Produksi memiliki tugas dalam penentuan kualitas produk yang diproduksi.
Berbagai tes dilakukan demi mendapatkan mutu yang diinginkan. Tes atau
pengujian yang dilakukan antara lain adalah :
· Tes
Daya Tumbuh
· Tes
Hibriditas
· Tes
Kadar Air Benih
c. QC
Stok Product
QC
ini secara luas dapat diartikan sebagai Quality Control of Finish Good
Product. QC Stock Product bertanggung jawab terhadap aplikasi produk di
lapangan.
3. Penanganan Limbah
Perusahaan
Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan produksi di PT. DHARMA
SANTOSA lebih
tergolong kedalam Limbah organik. Limbah organik adalah limbah yang mudah
terurai oleh aktivitas organisme pengurai yaitu cacing dan berbagai microba
pengurai lainnya. Oleh sebab itu karena bahaya yang ditimbulkan tidak terlalu
fatal, maka penanganannya pun tidak terlalu sulit. Beberapa limbah sering
diolah untuk dijadikan kompos. Untuk limbah non-organik pengolahannya dengan
cara dibakar pada tungku yang sudah didesaign ramah lingkungan dan aman bagi
yang mengoperasikan maupun daerah sekitar.
4. HRD dan standar
pegawai perusahaan
HRD standar perusahaan PT. DHARMA
SANTOSA sesuai
penempatan kerja. Staff yang berada di kantor pusat minimal lulusan S1 semua jurusan, disiplin, bekerja
keras, menguasai keahlian pada bidangnya. Kemudian Staff pada kebun perusahaan
memiliki standar minimal lulusan SMA/K sederajat, disiplin, bekerja keras,
menguasai keahlian pada bidangnya. Karyawan harian perusahaan memprioritaskan
yang mampu, bekerja keras, tidak mudah menyerah, disiplin. Yang paling
diutamanakan perusahaan kami jujur, disiplin, bekerja keras.
5. Produk hasil olah
dan sasaran pemakai lokal/eksport/import perusahaan
Produk yang dihasilkan di Perusahaan ini yaitu biji
kakao kering,
dan lembaran-lembaran / sheet lateks kering. Target pemasaran produk yang dihasilakn melingkupi area
lokal, dan juga di eksport ke beberapa
Negara seperti Malaysia, thailand, dan brunei.
Budidaya
kakao budidaya tanaman kakao atau budidaya coklat, sebetulnya sudah lama dikembangkan oleh
masyarakat Indonesia baik oleh perusahaan maupun petani perorangan. karena
tanaman ini memiliki kriteria khusus dalam perkembangan hidupnya, jadi tidak
semua iklim dan tanah yang ada di Indonesia cocok untuk ditanami pohon
coklat secara baik.
Iklim Yang Baik Untuk Tanaman Kakao atau Cokelat
Namun yang jelas, pohon cokelat atau kakao atau
orang banyak yang menulis dengan ejaan coklatmembutuhkan batas
temperature tertentu. Budidaya kakao budidaya tanaman kakao
atau budidaya coklat. Kalau kita ambil garis besarnya, pohon kakao ini
membutuhkan temperature rata-rata setahun 25 °C dengan temperature harian
rata-rata terdingin tidak kurang dari 15 °C. Absolut minimum tidak boleh
lebih rendah dari 10 °C sedangkan maksimumnya sampai sekarang belum ada
ketentuan.
Alasan temperature rendah ini antara lain dapat dikemukakan sebagai
sebab terjadinya pembuangan yang terlambat. Akibat dari penurunan temperature
di bawah 22 °C, perkembangan rimordia bunga terhenti. Perkembangan akan
menjadi normal kembali setelah suhu naik menjadi 25 °C.
Tanaman kakao ini juga tidak tahan terhadap
penyimpangan temperature yang agak besar tiap harinya. Penyimpangan temperature
harian dari 9 °C, menyebabkan mata-mata tunas akan mengembang dan tumbuh
menjadi tunas. Hal tersebut bila terjadi dengan berulang-ulang maka persediaan
makanan di dalam batangakan habis dan akibatnya pohon akan mengalami hambatan
dalam pertumbuhan, sehingga pembentukan bunga dan buahpun akan terganggu.
Tanah yang Baik Untuk Tanaman Kakao atau Cokelat
Dari berbagai pendapat dan penelitian bahwa tanaman cokelat akan
tumbuh dengan baik pada tanah yang mengandung humus dengan pH antara 6,1 - 7.
Di Indonesia pohon cokelat akan dapat tumbuh subur di
daerah yang curah hujannya lebih dari 3.000 mm, atau pada daerah yang curah
hujannya 1.700 mm. jadi bila diperhatikan secara seksama bukan curah hujan yang
penting, melainkan pembagiannya. Dengan demikian factor tanah juga memegang
peranan yang sangat penting.
Kalau kita melihat bentuk dan macamnya tanah yang akan dipersiapkan, dapatlah
dibedakan sebagai berikut
1. Hutan (asli atau sekunder)
2. Bekas tegal ataupun hama
3. Bakas tanaman perkebunan yang lain (karet kopi, dan lain sebagainya)
1. Hutan (asli atau sekunder)
2. Bekas tegal ataupun hama
3. Bakas tanaman perkebunan yang lain (karet kopi, dan lain sebagainya)
Jarak Tanam
Jarak tanam haruslah dilakukan / ditentukan terlebih dahulu sebelum
pembukaan ataupun persiapan dilakukan. Pemancangan patok-patok ataupun
anjir-anjir semuanya ditentukan oleh jarak tanam kakao. Jarak tanam
ini berbeda-beda. Apalagi antara negara satu dengan negara lainnya.
Kalau di Indonesia jarak tanam kelihatan lebih mantap, yaitu antara 4 m
x 4 m ataupun 4 m x 4,5 m dan 5 m x 5 m. Di indonesia pun diadakan uji coba
dengan jarak penanaman 4 m x 2 m. Pengujian ini dilakukan di Ngobo. Di daerah
jatirono dicoba pula jarak tanam 2,5 m x 2 m, ternyata hasilnya lumayan baik.
Kakao dapat
pula ditanam tanpa okulasi, yaitu yang disebut dengan nama tanaman semai.
Karena tanaman semai ini hasilnya rendah, maka tanaman semai yang telah berusia
setahun biasaanya disambung dengan klon-klon kualitas baik, yaitu: DR 1, DR 2
dan DR 38 atau bisa juga disambung dengan klon-klon KWC 1, DRC 13, DRC 15, dan
DRC 16.
Sedangkan untuk batang bawah dibutuhkan biji-biji dari klon-klon yang
tertentu pula agar dijamin pertumbuhan dan perakaran yang kuat. Untuk itu
biasanya dipakai jenis klon DR 1, DR 2 G 8, dan GC 8, yang telah melalui
p;ercobaan dan ujian-ujian dib alai penelitian.
Pemilihan Biji untuk Benih
Buah untuk keperluan benih, akan selalu diambil dari buah yang telah
masak. Cara pengambilan bij-biji dari buah dilakukan dengan jalan memotong buah
secara horizontal. Pemotongan ini dilakukan dengan hati-hati supaya tidakj
merusak biji. Setelah itu biji-biji dikeluarkan dari buah. Untuk keperluan
benih, maka sebaiknya diambilkan biji-biji yang berasal dari tengah.
Selaput daging buah yang menutupi biji harus dihilangkan. Sebab kalau
tidak maka bihji tersebut akan dirusak oleh semut, karena pulp atau daging buah
itu rasanya manis. Biasanya untuk menghilangkan pulp ini digunakan abu.
Biji-biji tersebut dicampur dengan abu kemudian digosok-gosokan dengan kain
lap. Setelah itu baru dicuci dengan air. Setelah biji dengan pulp itu terlepas,
batu biji-biji itu dikecambahkan.
Hal yang penting harus kita ketahui ialah, biji coklat ini tidak sama
dengan biji-biji tumbuhan lain. Sebab bijikakao ini tidak mempunyai
masa istirahat, karena itulah jika yang telah disiapkan harus segera
dikecambahkan.
Sebagai
pengetahuan tambahan, perlu pula diterangkan kalau biji yang terlalu masak
kurang baik untuk ditanam. Sebab biji tersebut telah berkecambah dalam buah.
Dengan demikian kecambah-kecambah tersebut telah mati.
Perkecambahan Biji
Perkecambahan biji ini dilaksanakan dalam bedengan perkecambahan. Tempat ini biasanya berukuran 0,80-1 meter dan panjangnya tergantung dari keperluan. Bedengan ini harus dibuat pada tanah-tanah yang gembur dan diatasnya dilapisi dengan pasir setinggi 15cm.
Untuk menghindari tetesan air hujan atau pun sengatan matahari, perlu
dibuatkan atap. Tinggi atap tersebut kurang lebih 1,5 meter untuk yang sebelah
timur dan 1,20 untuk yang sebelah barat.
1. Cara Meletakkan Biji
Biji yang dinamakan eye atau radical yaitu tempat keluarnya akar, diletakkan di sebelah bawah. Jika eye atau mata atau radical tidak dapat dibedakan, maka biji dengan ujung yang besar, diletakkan di bawah. Hal ini memang sangat penting karena kakao bersifat epigaes yang artinya berkecambah dengan keping bijinya di atas tanah. Oleh perpanjangan hypocotyls, keping biji akan terangkat di atas tanah.
Dengan meletakan mata berada di sebelah bawah, lembaga tanaman tidak
kehilangan energy untuk mengangkat kepingnya ke atas tanah. Biji di susun
dengan jarak alur kurang lebih 3 cm, dan jarak biji satu dengan lainnya dalam
alur kurang lebih 1 cm. Biji kita pendam secukupnya, hingga hanya sebagian
kecil saja yang tersembul dari tanah. Setelah biji dikecambahkan, bedengan
kecambah segera disiram. Penyiraman bedengan kecambah kakao ini
haruslah dilakukan sehari dua kali, yaitu pagi dan sore.
2. Pemindahan Kecambah
Setelah 4 atau 5 hari biji-biji itu mulai berkecambah, demikian juga dengan biji-biji yang lainnya. Pada hari ke-12 semua biji akan berkecambah.
Pemindahan kecambah ke keranjang ataupun kantong-kantong plastic dilakukan setelah keping-keping biji mulai tersimbul ke atas. Pemindahan dikatakan terlambat bila keping sudah membuka dan sepasang daun kecil telah tumbuh.
Pemindahan yang terlambat memungkinkan terputusnya akar tunggang. Karena akar tunggang ini telah berkembang dan mungkin telah bercabang. Kemudian dipindah, ditanam ke dalam keranjang. Untuk ukuran keranjang maupun kantong-kantong plastic itu tergantung dari kebutuhan saja.
Setelah bibit berusia antara 6 sampai 8 bulan, barulah dipindahkan ke
lapangan perkebun.
Di dalam keranjang yang berukuran diameter 15-20 cmdengan tinggi antara 30-35, diisi dengan tanah kompos (yang telah betul-betul menjadi tanah) yang dicampur dengan pasir dalam perbandingan 1 : 1. Keranjang atau kantong plastik yang sudah diisi tanah tersebut dengan 1-2 cm di bawah tepi.
Pada keranjang atau kantong plastic yang sudah terisi kecambah dipindahkan untuk kemudian dipelihara secara baik-baik.
Di dalam keranjang yang berukuran diameter 15-20 cmdengan tinggi antara 30-35, diisi dengan tanah kompos (yang telah betul-betul menjadi tanah) yang dicampur dengan pasir dalam perbandingan 1 : 1. Keranjang atau kantong plastik yang sudah diisi tanah tersebut dengan 1-2 cm di bawah tepi.
Pada keranjang atau kantong plastic yang sudah terisi kecambah dipindahkan untuk kemudian dipelihara secara baik-baik.
Pemeliharaan Bibit Dalam Keranjang
Keranjang ataupun kantong plastic yang berisi kecambah tersebut disusun teratur di tanah yang agak ditinggikan dan permukaannya ditutup dengan batu sabak atau batu merah. Peneduh yang di pergunakan dapat dengan pohon pelindung atau dengan atap yang pembuatannya sama seperti pada atap bedengan kecambah.
Penyiraman di lakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari.
Seminggu setelah bibit dipindahkan ke keranjang, pemupukan perlu diberikan.
Adapun dosis pemupukan yang diberikan ukurannya adalah sebagai berikut:
1. Pupuk yang bentuknya padat:
2 gram ZA/bibit(/+1 Sendok the), diberikan kurang lebih 3 cm melingkar batang.
2. Pupuk yang bentuknya cair:
Campuran 25 gram ZA ditambah 20 liter air yang diberikan 0,5 liter tiap batang dengan catatan bahwa setelah penyiraman dengan larutan ZA ini, bibit harus segera disiram air untuk menghilkangkan atau mencuci bagian-bagian daun/batang yang terkena larutan tersebut
Perlakukan pemupukan ini dapat dilakukan satu kali satu minggu selama 2 sampai 3 minggu.
Lubang di gali dengan ukuran 60 cm x 60 cm x 60 cm pada tanah yang cuup
subur. Akan tetapi kalau pada tanah ulangan maka lubang diperbesar menjadi 100
cm x 100 cm x 100 cm. Kemudian lubang di biarkan terbuka pada musim kemarau.
Untuk mempertinggi humus di dalam tanah, kita bisa tambahkan potongan rumput, pangkasan flemingia ataupun tunggul-tunggul tanaman jagung. Kemudian pada bulan Oktober / November lubang tersebut di tutup kembali dengan tanah bagian atas saja.
Setelah tiga bulan dari penanaman pemberian pupuk pada tanaman kakao perlu
dilakukan dengan dosis 25 gram ZA atau 15 gram Urea. Bila menurut analisa tanah
terbukti butuh p dan K, haruslah diberi pupuk N. P. K ± 50 gram.
Perawatan yang baik akan mempercepat pertumbuhan. Jika hama diberantas, pemupukan teratur dan bebas dari saingan rumput-rumput dapat ijamin dalam waktu satu tahun sudah dapat disambung dan tumbuh dengan cepat.
Pemangkasan.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan dalang pemangkasan pohon kakao, diantaranya:
1. Membentuk pohon yang baik dengan bentuk percabangan yang seimbang sehingga distribusi daun merata dalam penerimaan sinar matahari.
2. Menghilangkan cabang-cabang yang tidak perlu atau pun tidak dikehendaki. Misalkan saja tunas-tunas air, tunas-tunas sapu, cabang-cabang yang sakit, cabang-cabang yang kering, cabang-cabang yang tak dapat berasimilasi sendiri / cabang yang terlindungi.
3. Menjamin aerasi yang baik
4. Untuk mempertinggi produksi yang diperoleh.
Pemangkasan pohon coklat dilakukan pada pohon yang berusia muda. Batang yang umumnya terdiri tiga sampai lima cabang utama dipangkas sehingga tinggal cabang utama sebanyak tiga buah yang dianggap cukup baik.
Langkah selanjutnya adalah melakukan pemangkasan pada cabang yang tidak diinginkasn sehingga mendorong tanaman kakao menghasilkan yang lebih baik, juga menjamin aerasi yang baik. Hal ini dilakukan secara continue dan teratur, sehingga mengarah pemangkasan pemeliharaan.
Langkah ketiga yang perlu dilakukan terutama pada tanaman yang sudah
menghasilkan, dimana untuk mencegah terganggunya pembuahan tanaman, maka
pelaksanaan pemangkasan dilakukan setelah selesai masaflush.
Pelaksanaan pemangkasan, baik itu pemangkasan bentuk, pemangkasan pemeliharaan maupun pangkas yang mengarah pada pendorongan pembuahan / produksi telah banyak dilakukan oleh dinas perkebunan. Dan hasilnya cukup memuaskan.
Pemeliharaan Tanaman
A. Penyiangan
Penyianagan adalah membersihkan tanaman atau rumput penggangu yang tumbuh disekitar tanaman utama, penyiangan biasanya hanya membersihkan yang jaraknya dekat dengan tanaman utama yaitukakao, sedangkan tanama atau rumput yang tumbuh tetapi jaraknya cukup jauh dengan tanaman utama tidak perlu dibersihkan.
B. Pemupukan
Pemupukan bertujuan untuk menambah unsur-unsur yang kurang dari dalam tanah. Kalau dilihat dari labolatorium maka tanah di Indonesia ini pada pada umumnya kekurangan unsure N, dengan demikian pemberian Urea atau ZA selalu member respon paling nyata.
Kalau di daerah Jawa Barat maupun Jawa Tengah, tanahnya selain kekurangan N, juga kurang unsure P dan K. sedangkan di Jawa Timur kebanyakan tanahnya masih mengandung P dan , kecuali intuk daerah malang bagian selatan.
Karena curah hujan di Indonesia cukup tinggi hal itu akan mempercepat penurunan kesuburan pada tanah apabila tanah dikendalikan dengan baik, bahkan hujan yang turun rata-rata 300 – 450 mm dalam satu bulan hal ini tentu saja melarutkan unsure-unsur hara serta menurunkan kesuburan tanah pertanian dengan cepat.
Bentuk pupuk ada dua macam yaitu puppuk organic dan anorganik, namun untuk tanaman kakao lebih baik adalah pupuk organic. Karena didalam pupuk organic ini semua unsure hampir ada. Selain itu pupuk organic juga dapat memperkaya kandungan humus di dalam tanah yang berarti dapat memperbaiki struktur daya menahan air dan erosi.
Untuk tanaman kakao, pemberian pupuk jangan sampai under ataupun overdosis, kita memberikan pupuk harus denga dosis yang pas supaya tanaman tetap produktif dibawah aturan pemberian pupuk untuk tanaman kakao:
• Pemberian pupuk umur 1 Tahun: Pupuk N(ZA) 2 x 25 gram. Pupuk P(DS) 2 x 12,5 gram. Pupuk K(KC) 2 x 12,5 gram
• Pemberian pupuk umur 2 Tahun: Pupuk N(ZA) 2 x 50 gram. Pupuk P(DS) 2 x 25 gram. Pupuk K(KC) 2 x 25 gram
• Pemberian pupuk umur 3 Tahun: Pupuk N(ZA) 2 x 100 gram. Pupuk P(DS) 2 x 50 gram. Pupuk K(KC) 2 x 50 gram
• Pemberian pupuk umur 4 Tahun: Pupuk N(ZA) 2 x 200 gram. Pupuk P(DS) 2 x 100 gram. Pupuk K(KC) 2 x 100 gram
• Pemberian pupuk umur 5 Tahun: Pupuk N(ZA) 2 x 250 gram. Pupuk P(DS) 2 x 125 gram. Pupuk K(KC) 2 x 125 gram
• Pada tahaun-tahun berikutmya sama ukurannya seperti pemberian pupuk pada umur 5 tahun.
Pemupukan dilakukan dua kali dalam setahun, dan diberikan pada permulaan musim penghujan dan pada akhir musim penghujan. Pada bulan Maret, Apri, Oktober atau November. Ketentuan diambil agar penggunaan pupuk menjadi lebih efisien, dan tidak larut dalam air hujan.
Pemberantasan hama dan penyakit pada tanaman kakao.
Penyakit pada Pohon Cokelat
Macam-macam penyakit cokelat yang perlu diperhatikan yaitu phytophthora Palmivora, penyakit akar dan penyakit-penyakit yang lain.
Phytophthora Palmivora
Penyakit ini disebabkan karena jamur yang namanya phytophthora Palmivora, sedangkan gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:
a. Busuk buah atau yang sering disebut black pod disease.
b. Kangker batang atau kulit menjadi busuk.
c. Matinya buah-buahan yang masih kecil dan kemudian berubah menjadi hitam.
d. Menyebabkan kematian di bedengan perkecambahan.
Cara Pemberantasannya
Cara pemberantasannya ialah dengan jalan mengiris atau memotong dan membersihkan kulit yang terkena sampai bagian yang sehat dan kemudian dilumas dengan Carbolineum Plantarium ataupun fungisida-fungisida yang lain. Biasanya masuknya phytophthora ke dalam kulit didahului oleh luka-luka mekanis.
2. Penyakit Akar
Penyakit akar ini serangannya tidak banyak, akan tetapi kalau tidak ditangani dengan serius atau bahkan dibiarkan saja, maka akan meluas dan tempat-tempat lowong menjadi banyak, lama-lama produksi bisa menurun karena jumlah pohon berkurang.
Tanda-tandanya
Tanaman kakao daunnya mongering dan rontok tanpa membentuk tunas lagi, terus mati. Kalau saja akarnya digali akan terlihat akar tersebut telah menjadi busuk dan bila diambil sepotong akar tersebut dan kemudian dicuci maka kita akan melihat bahwa akar tersebut berwarna merah.
Penyebab penyakit akar ini ditimbulkan karena pembukaan kurang bersih,
sisa-sisa akar tempat lowong tidak bersih, dengan demikian sumber-sumber
infeksi masih ada. Juga bisa karena penaungan yang gelap, tanah yang berat,
drainase kurang mengangtifkan sumber infeksi yang ada.
Sedangkan penyakit akar yang lain adalah fames noxius atau juga sering
disebut fomeslama oensis atau yang oleh awam dikenal sebagai penyakit jamur
akar warna kakao. Daun menguning kadang-kadang tak sempat gugur
setelah mongering. Ciri-ciri khasnya terdapat pada leher akar. Kalau saja
serangan telah sampai leher akar, maka jamur akan membentuk badan buah, dan
mengeluarkan suatu cairan yang amat lekat, bagian tanah, pasir karena
tetesan-tetesan air hujan melekat pada leher akar sehingga membentuk lapisan
tanah menutupi leher akar. Kalau akar yang akan terkena diperiksa, terdapatlah
mycelium-mycelium yang berwarna kakao.
Cara Pemberantasannya
Pemberantasannya dilakukan dengan cara menggali sampaibersih akar
tanaman kakao yang sakit, setelah terkumpul, akar-akar itu
dibakar. Kemudian satu deret di luar pohon tersebut dibuatkan saluran isolasi
sedalam 160 cm untuk mencegah perluasan penyakit tersebut.
3. Penyakit-penyakit yang Lain
Di sini akan diterangkan beberapa penyakit yang bisa menyerang pohon kakao. Penyakit ini sebenarnya jarang sekali menyerang pohon kakao di Indonesia, namun memang tak ada jeleknya untuk sekedar mengetahui dan untuk pengetahuan. Siapa tahu nanti juga bisa menyerang pohon cokelat yang kita tanam.
Penyakit-penyakit tersebut yaitu jamur diplodia dan jamur upas.
a. Jamur Diplodia
Jamur ini menyebabkan mati pucuk, hanya menyerang tanaman kakao yang physiologis lemah. Tanaman yang kekurangan unsure N, akan mudah diserang penyakit ini.
b. Jamur Upas
Penyakit Jamur Upas atau sering juga pula disebut Corticium salmonicolor menyerang cabang-cabang yang terlindung, gelap hingga kelembaban udara luar.
Gejalanya
Pada permulaan timbul anyaman benang-benang putih disusul dengan pembentukan bintik-bintik yang warnanya putih pula.
Perkembangan yang lebih lanjut akan terbentuk suatu jaringan berwarna salm, menutup prmukaan cabang yang diserang.
Pemberantasannya
Dengan jalan memotong akar yang sakit kemudian dibakar.
Hama Pada Pohon Cokelat
1. Cacao Mot
Cacao mot menyerang pada buah. Kupu-kupunya adalah jenis kupu-kupu malam yang menyerang dan meletakkan telurnya setelah matahari terbenam. Telur tersebut diletakkan dipermukaan buah. Setelah telur tadi menetas dan menjadi ulat. Maka ulat-ulat kecil ini yang kemudian membuat lubang dan masuk kedalam buah kakao. Mereka itu lalu tinggal dalam buah, biji ataupun tempat-tempat saluran makanan.
Karena didalam buah itu banyak dihuni ulat-ulat buahnya pun menjadi
rusak. Bijinya kalau buah bisa masak, sukar sekali dilepaskan. Kalau saja
ulat-ulat itu menyerang dan memutuskan saluran-saluran makanan maka walaupun
buahnya terus tumbuh, bijinya akan tetap muda dan gepeng atau kosong.
Cara Pemberantasannya
Cara Pemberantasannya
Dahulu untuk memberantas cacao mot selalu dipakai system rampasan,
artinya buah-buah yang menggantung di pohon pada bulan oktober semua dirampas.
Ini berarti mengorbankan±30% seluruh produksi setahunnya, atau bahkan lebih.
Dengan demikian dapat dipastikan kerugian paling sedikit 30%.
Kerugian tersebut bisa bersifat ongkos dan mutu.
1. Ongkos rampasan, ongkos memecah buah yang lebih mahal.
2. Biaya lebih mahal sedangkan produksi lebih kecil
3. Mutunya menjadi rendah hingga mempengaruhu harga jual menjadi lebih rendah.
Setelah diadakan penyelidikan dan penelitian selama bertahun-tahun di Balai Penelitian Perkebunan Bogor, maka pada awal tahun 1992 telah ditemukan cara pemberantasan yang baru untuk gangguan cacao mot ataupun yang seringdikenal dengan nama Acrocercops Cramerella.
Di dalam penemuan ini disebutkan kalau gangguan ini dapat diatasi dengan system”Kondomisasi”, yaitu dengan jalan menyelubungi buah-buah kakao dengan bungkus plastic bagian atas diikatkan pada tangkai buah, sedangkan ujung bawah tetap terbuka. Penyelubungan yang terus menerus ini ternyata didalam penyelidikan bisa menekan penurunan produksi dari 80% menjadi 1%.
Praktek kondomisasi buah kakao, ini sekarang sedang digalakkan dan diujicobakan terus diperkebunan-perkebunan kakao di Maluku Utara.
Karena telah terbukti kegunaannya maka dinas perkebun pun menganggap bahwa usaha kondomosasi sebagai salah satu dari pencegahan yang baik, atau bahkansangat baik untuk saat ini.
Cara Hidup Cacao mot
Sekedar untuk pengetahuan maka tak ada jeleknya kalau kita pun
mengetahui bagaimana sebenarnya cara hidup dari hama yang disebut cacao mot
itu.
Buah-buah kakao dari segala umur,kecuali buah yang
masih kurang dari 7 cm dapat diserang oleh cacao mot. Telur-telur cacao mot ini
berwarna orange dan berukuran 0,5 x 0,3 mm akan menetas dalam jangka waktu 7
hari. Kemudian ulat-ulat yang keluar dari telur tersebut akan hidup sampai
15-18 hari di dalam buah cokelat, hingga mencapai panjang±10mm.
Pada masa berkepompong dibuatnya lubang keluar buah dengan benang-benang
lender yang keluar dari mulutnya. Melalui benang-benang inilah ia turun ke
tanah. Setelah 6 hari keluarlah kupu-kupu dari kepompong tersebut yang hanya
berumur 5-7hari. Setelah bertelur, kupu-kupu atau mot itu mati.
2. Helopeltis
Helopeltis ini disamping menyerang buah-buah dari segala umur, juga menyerang tunas-tunas yang masih muda. Akan tetapi hama ini lebih senang menyerang buah kalau dibandingkan dengan tunas-tunas yang masih muda. Sebab kalau memang tak ada buah, barulah hama helopeltis ini menyerang tunas-tunas muda.
Buah-buah cokelat yang diserang helopeltis ini akan kelihatan kalau ada bekas-bekas tusukan dan berupa bintik-bintih hitam pada permukaan buah. Kalau ada serangan yang hebat, maka seluruh permukaan buah menjadi busuk.
Sedangkan pada buah-buah muda yang lebih kecil dari 5 cm biasanya pada puncak-puncak serangan akan mongering. Sedangkan kalau padabuah yang lebih besar,efeknya adalah pertumbuhan buah tersebut tak akan sempurna, tidak dapat mencapai ukuran besar yang wajar. Mutunya juga akan menurun karena bijinya akan tetap mengecil.
Kalau kebun kakao kita ini sedang tidaak berbuah hama helopeltis akan menyerang pada tunas-tunas yang masih muda. Akibat dari serangan helopeltis, pucuk-pucuk yang diserang akan menjadi kering dan layu. Demikian juga dengan daun-daunnya. Kalau saja ada tanaman cokelat yang tumbuh gundul dan cabang-cabangnya kering, dapat dipastikan bahwa pohon tersebut diserang hama helopeltis.
Pembentukan tunas baru memang masih bisa terjadi. Nanti kalau ada serangan ulang dari helopeltis maka keadaan pohon akan menjadi bertambah gawat. Bisa saja pucuk-pucuk pohon itu tumbuh dengan pucuk baru, namun kalau helopeltis tidahk dicegah dan diberantas maka ia akan menyerang lagi. Bila ini dibiarkan bertahun-tahun dipastikan pohon kakao akan hancur dan mati.
Akibat lain kalau sampai tanaman cokelat menjadi gundul adalah, karena kekurangan daun maka tanah di bawah menjadi terbuka dan sering kena sinar matahari secara langsung. Dengan begitu segala macam rumput,teki, atau pun alang-alang akan dapat tumbuh dengan cepat. Ini semua akan mengakibatkan regenerasi kakao bertambah sulit.
Bila sudah dalam keadaan demikian. Dapat dipastikan dalam waktu dua
tahun berturut-turut akan mengalami kerugian karena tidak ada produksi atau
bila ada, tidak akan bisa menutup ongkos-ongkos pembiayaan.
Cara Hidup Helopeltis
Telur-telur helopeltis dimasukkan kedalam buah kakao dalam
2-3 kelompok. Pemasukan ini dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut
ovipositor. Sedangkan stadium dari telur menjadi larva antara 6-24 hari dan ini
tergantung dari tinggi rendahnya tempat. Kemudian larva-larva dari telur itu
dengan amat lincahnya berpindah dari satu buah ke buah lainnya. Ini dilakukan
meskipun mereka belum mempunyai sayap.
Setelah mengalami pergantian kulit 5 kali berturut-turut dalam waktu 110
hari, kemudian pergantian kulit yang ke-6 kalinya inilah yang menjadikan
larva-larva ini menjadi binatang dewasa adalah munculnya semacam tanda
dipunggung dan juga telah mempunyai sayap yang sempurna.
Helopeltis terdiri dari 2 jenis, yaitu:
1. Jenis Helopeltis Antonii.
2. Jenis Helopeltis Theivora
Tanda-tanda helopeltis antonii adalah warnanya hitam dan pada dadanya berwarna merah, tanduknya kelihatan lurus. Sedangkan kalau helopeltis theivora berwarna hitam dan dadanya merah, tanduknya membengkak ke belakang.
Keadaan cuaca dan persediaan makanan mempengaruhi kecepatan pembiakannya. Bila persediaan makanan banyak, keadaan lembap dan panas, perkembangannya sangat cepat. Sedangkan bila udara kering terutama pada waktu musim kemarau, pembuatan telur ada kalanya terhenti, dengan demikian populasi akan menurun.
Cara pemberantasannya
Cara memberantas hama helopeltis bisa menggunakan endrin 19,2 EC. Dengan
kadar 0,4 %. Percobaan ini ternyata membawa hasil yang baik dan tidak
berpengaruh jelek dalam pembentukan buah. Atau bisa menggunakan BHC Spray 0,5%
dan Basudin 60 0,2%. Perlu diketahui bahwa sebaiknya waktu penyemprotan
dilakukan malam hari antara pukul 18.00 – 20.00, sebab saat itu pergerakan
helopetis lebih lamban atau bahkan telah diam sama ekali.
3. Ulat Kilan
Hama lain adalah ulat kilan atau yang sering disebut hyposidra talaca Wilk dan Antitrygodes divisaria Wilk. Ulat-ulat tersebut menyerang daun kakao.
Pemberantasannya dengan mempergunakan insektisida, antara lain Endrin 19,2 EC 0,4 BHC Spray 0,5%, Thiodan 35 0,2%, Anthio 40 0,2%. Caranya bahan-bahan tersebut disemprotkan.
Budidaya Tanaman Karet Yang Baik Dan Benar - Tanaman karet yang memiliki nama latin
Hevea braziliensis ini menjadi salah satu tanaman jangka panjang yang
digandrungi oleh masyarakat khususnya kalangan menengah keatas. Tanaman yang
berasal dari negeri Brasil ini dipandang sebagai investasi yang sangat
menjanjikan. Selain itu juga, Karet mempunyai arti penting dalam aspek
kehidupan sosial ekonomi masyarakat indonesia, yaitu Sebagai salah satu
komoditi penghasil devisa negara serta sebagai tempat persediaanya lapangan
pekerjaan bagi penduduk sekitar.
Melihat dari latar belakang tersebut, sedikit berbagi
informasi seputar Budidaya Tanaman Karet Yang Baik Dan Benar diantaranya
senagai berikut;
1.Persiapan Lahan Tanam.
Untuk lahan tanam pada tanaman karet ini memiliki syarat atau kriteria tanah
yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu ;
- Tanah harus gembur.
- Kedalaman antara 1-2 meter.
- Tidak bercadas.
- PH tanah 3,5 – 7,0.
- Ketinggian
tempat antara 0 – 400 meter paling baik pada ketinggian 0 – 200 meter,
setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan.
Selain dari kriteria tanah, iklim
juga mempengaruhi tumbuh kembang tanaman karet itu sendiri. Iklim yang cocok
adalah Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100 – 150 hari,
curah hujan optimum 2.500 – 4.000 mm.
2. Penanaman.
Untuk penanaman diperlukan tahap-tahapan sebagai berikut ;
- Pembuatan lubang tanam dan
pengajiran kedua.
- Jarak tanam untuk tanah
ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.
- Lubang dibiarkan satu bulan
atau lebih.
- Jenis
penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema
fubercens, penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di
bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 – 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 :
5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema
fubercens.
- Penanaman
; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan
sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling
bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump
mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.
3. Pemeliharaan.
Setelah penanaman tanaman karet selanjutnya ke tahap pemeliharaan, baik secara
rutin maupun secara berkala. Untuk pemeliharaan ini dibagi menjadi 3 bagian
yaitu;
A. Penyulaman.
- Bibit yang baru ditanam
selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
- Tanaman yang mati segera
diganti.
- Klon tanaman untuk
penyulaman harus sama.
- Penyulaman dilakukan sampai
unsur 2 tahun.
- Penyulaman setelah itu dapat
berkurang atau terlambat pertumbuhannya.
B. Pemotongan Tunas Palsu.
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu,
sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.
C. Merangsang Percabangan.
Bila tanaman sudah berumur 2 – 3 tahun dengan tinggi berkisar 3,5 meter belum
mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
- Pengeringan batang (ring
out)
- Pembungkusan pucuk daun
(leaf felding)
- Penanggalan (tapping)
D. Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim
kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan
melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan
semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.
4. Masa Panen Dan Pasca Panen.
Ini merupakan tahap terakhir menanam karet. Karet ini cara memanennya yaitu
dengan cara di sadap. untuk tanda-tanda tanaman karet siap untuk disadap yaitu
Umur tanaman rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai
lingkar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari
setengah lingkar batang. Hasil karet dari sadapan disebut juga sebagai lateks.
Nah untuk penglahan lateks tersebut sebagai berikut ;
- Standar
karet kebun diturunkan dari rata-rata 32% menjadi 16% dengan jalan memberi
air yang bening atau yang bersih.
- Kemudian
dicampur dengancuka/setiap 1 Kg karet kering 350 s/d 375 Cc larutan 1%
cuka.
- Dibiarkan
sampai beku.
- Kemudian
digiling dalam gilingan polos dan kembang, kemudian direndam rata-rata 60
menit.
- Disadap
selama 1 minggu.
Melihat dari latar belakang tersebut, sedikit berbagi informasi seputar Budidaya Tanaman Karet Yang Baik Dan Benar diantaranya senagai berikut;
1.Persiapan Lahan Tanam.
Untuk lahan tanam pada tanaman karet ini memiliki syarat atau kriteria tanah yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu ;
2. Penanaman.
Untuk penanaman diperlukan tahap-tahapan sebagai berikut ;
3. Pemeliharaan.
Setelah penanaman tanaman karet selanjutnya ke tahap pemeliharaan, baik secara rutin maupun secara berkala. Untuk pemeliharaan ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu;
B. Pemotongan Tunas Palsu.
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.
C. Merangsang Percabangan.
Bila tanaman sudah berumur 2 – 3 tahun dengan tinggi berkisar 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
D. Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.
4. Masa Panen Dan Pasca Panen.
Ini merupakan tahap terakhir menanam karet. Karet ini cara memanennya yaitu dengan cara di sadap. untuk tanda-tanda tanaman karet siap untuk disadap yaitu Umur tanaman rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang. Hasil karet dari sadapan disebut juga sebagai lateks. Nah untuk penglahan lateks tersebut sebagai berikut ;
Tidak ada komentar:
Posting Komentar