Tugas KKPI kelas 4 Semester 8 untuk Jurusan
Agribisnis Tanaman Pertanian (ATP) Tahun 2013/2014
Contoh
perusahaan dimana saya (siswa) sebagai pemilik perusahaan ini. Perusahaan yang
saya buat sesuai dengan ketentuan dari guru yaitu perusahaan yang di buat sama
dengan perusahaan tempat PI semester 1.
Cerita Singkat
PT. DHARMA SANTOSA bergerak di bidang Perkebunan. Tanaman
budidaya yang di
kembangkan dalam riset kami pada jenis tanaman Perkebunan antaranya : Karet
dan Kakao. Untuk memenuhi
permintaan pasar PT. DHARMA SANTOSA membuka kebun produksi di daerah Ngadirejo. Kebun yang dimiliki luasnya sekitar 40 hektar. Semua kegiatan dilakukan di
kebun tersebut, mulai dari Persiapan Lahan, penanaman, sampai
penanganan
pasca panen. Kantor pusat PT. DHARMA SANTOSA berada di Temanggung
, alamatnya di
Jalan Yos Sudarso no. 47.
Berdirinya PT. DHARMA
SANTOSA berawal dari
peluang yang saya lihat di bidang Perkebunan.
Peluang memperoleh keuntungan yang lumayan besar dapat terlihat saat saya mulai
merintis usaha dalam bidang perkebunan kakao dan karet ini. Dapat di lihat juga
bahwa setiap orang di lapisan negeri ini membutuhkannya, misalnya untuk bahan
dasar membuat bubuk coklat, perusahaan pasti mencari bahan di pabrik kakao.
Belum lagi untuk bahan dasar ban mobil, untuk bahan dasar sepatu karet / boots,
dan lain sebagainya. Saya rasa prospek untuk perkebunan tanaman kakao dan karet
ini sangat cerah.
Harga jual yang perusahaan buat relative
tinggi. Kami menawarkan kualitas yang bisa di tandingkan dengan produk-produk
perusahaan lain. Kami juga mengeksport hasil getah karet atau sheet-sheet karet
di beberapa Negara.
1. Komoditas PT.
Delaga Ceka.
PT.
DHARMA SANTOSA yang bergerak dibidang Perkebunan menyediakan produk
berkualitas unggul.
Beberapa komoditas dikembangkan di perusahaan ini seperti :
a. Kakao
b. Karet
2. Penanganan QC
(Quality Control) perusahaan
Tugas
Pengendalian Quality di perusahaan ini terbagi kedalam berbagai department yang
memiliki tugas dan fungsi masing-masing namun tetap terkait dalam satu
rangkaian untuk mewujudkan produk yang berkualitas tinggi.
a. Research
and Development (RnD) Department
Department
ini merupakan department yang memiliki dua fungsi pokok yaitu :
· HPT
· Perbanyakan
Kultur Jaringan
b. QC
Produksi
QC
Produksi memiliki tugas dalam penentuan kualitas produk yang diproduksi.
Berbagai tes dilakukan demi mendapatkan mutu yang diinginkan. Tes atau
pengujian yang dilakukan antara lain adalah :
· Tes
Daya Tumbuh
· Tes
Hibriditas
· Tes
Kadar Air Benih
c. QC
Stok Product
QC
ini secara luas dapat diartikan sebagai Quality Control of Finish Good
Product. QC Stock Product bertanggung jawab terhadap aplikasi produk di
lapangan.
3. Penanganan Limbah
Perusahaan
Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan produksi di PT. DHARMA
SANTOSA lebih
tergolong kedalam Limbah organik. Limbah organik adalah limbah yang mudah
terurai oleh aktivitas organisme pengurai yaitu cacing dan berbagai microba
pengurai lainnya. Oleh sebab itu karena bahaya yang ditimbulkan tidak terlalu
fatal, maka penanganannya pun tidak terlalu sulit. Beberapa limbah sering
diolah untuk dijadikan kompos. Untuk limbah non-organik pengolahannya dengan
cara dibakar pada tungku yang sudah didesaign ramah lingkungan dan aman bagi
yang mengoperasikan maupun daerah sekitar.
4. HRD dan standar
pegawai perusahaan
HRD standar perusahaan PT. DHARMA
SANTOSA sesuai
penempatan kerja. Staff yang berada di kantor pusat minimal lulusan S1 semua jurusan, disiplin, bekerja
keras, menguasai keahlian pada bidangnya. Kemudian Staff pada kebun perusahaan
memiliki standar minimal lulusan SMA/K sederajat, disiplin, bekerja keras,
menguasai keahlian pada bidangnya. Karyawan harian perusahaan memprioritaskan
yang mampu, bekerja keras, tidak mudah menyerah, disiplin. Yang paling
diutamanakan perusahaan kami jujur, disiplin, bekerja keras.
5. Produk hasil olah
dan sasaran pemakai lokal/eksport/import perusahaan
Produk yang dihasilkan di Perusahaan ini yaitu biji
kakao kering,
dan lembaran-lembaran / sheet lateks kering. Target pemasaran produk yang dihasilakn melingkupi area
lokal, dan juga di eksport ke beberapa
Negara seperti Malaysia, thailand, dan brunei.
Cara
Budidaya Tanaman Kakao yang Baik
Syarat
Pertumbuhan Kakao
Iklim
Ditinjau
dari wilayah penanamannya, cokelat ditanam pada daerah-daerah yang berada pada
10oLU-10oLS. Areal penanaman cokelat yang ideal adalah
daerah-daerah bercurah hujan 1.100-3.000 mm/tahun. Suhu udara ideal bagi
pertumbuhan cokelat adalah 30-32oC (maksimum) dan 18-21oC
(minimum). Berdasarkan keadaan iklim di Indonesia, suhu udara 25–26oC
merupakan suhu udara rata-rata tahunan tanpa faktor pembatas. Karena itu,
daerah-daerah tersebut sangat cocok jika ditanami cokelat. Cahaya matahari yang
terlalu banyak menyoroti tanaman cokelat akan menyebabkan lilit batang kecil,
daun sempit dan tanaman relatif pendek.
Media
Tanam
Pertumbuhan
bibit tanaman kakao terbaik diperoleh pada tanah yang didominasi oleh
mineral liat smektit dan berturut-turut diikuti oleh tanah yang
mengandung khlorit, kaolinit dan haloisit.b) Tanaman cokelat dapat
tumbuh dengan baik pada tanah yang memiliki keasaman (pH) 6-7,5; c)
Air tanah yang mempengaruhi aerasi dalam rangka pertumbuhan dan serapan hara.
Untuk itu, kedalam air tanah diisyaratkan minimal 3 m, d) Faktor
kemiringan lahan sangat menentukan kedalaman air tanah. Pembuatan teras pada
lahan yang kemiringannya 8% dan 25% masing-masing dengan lebar minimal 1 m dan
1,5 m. Sedangkan lahan yang kemiringannya lebih dari 40% sebaiknya tidak
ditanami cokelat. Daerah yang cocok untuk penanaman cokelat adalah
lahan yang berada pada ketinggian 200-700 m dpl.
Pedoman
Teknis Budidaya
Pembibitan
Perbanyakan
tanaman kakao lebih sering dilakukan dengan cara generatif karena bibit
dihasilkan dalam waktu yang cepat dan jumlah yang banyak. Persyaratan
Benih Benih yang baik berasal dari buah berbentuk normal, sehat dan masak
di pohon Buah tersebut berwarna kuning, jika diguncang timbul suara dan jika
diketuk dengan tangan timbul gema. Bibit yang baik harus memenuhi persyaratan,
antara lain:
a)
Pertumbuhan bibit normal, yaitu tidak kerdil dan tidak terlalu jagur.
b)
Bebas hama dan penyakit serta kerusakan lainnya.
c)
Berumur 4–6 bulan.
Penyiapan
Benih
Buah
dipotong membujur, lalu benih yang berada di bagian tengah diambil
sebanyak 20-25. Bersihkan lendir buah dengan meremas-remasnya dalam serbuk
gergaji lalu dicuci dengan air dan direndam dengan fungisida. Benih dijemur di
bawah sinar matahari. Benih yang baik memiliki daya kecambah sedikitnya 80%.
Teknik
Penyemaian Benih
Lokasi
bedengan persemaian dibersihkan dari pohon dan rumput serta batu dan kerikil.
Ukuran bedengan 1,2 x 1,5 m panjang 10-15 m dan tinggi 10 cm arah
utara-selatan. Tanah bedengan dicangkul 30 cm, setelah dirapikan diberi lapisan
pasir 5-10 cm dan tepi bedengan diberi dinding penahan dari kayu/batu bata.
Bedengan diberi naungan dari anyaman daun alang-alang, kelapa/tebu dengan
tinggi atap di sisi Timur 1,5 m dan di sisi Barat 1,2 m. Sebelum disemai
benih dicelup ke dalam formalin 2,5% selama 10 menit. Benih dibenamkan (mata
benih diletakkan di bagian bawah) ke dalam lapisan pasir sedalam 1/3 bagian
dengan jarak tanam 2,5 x 5 cm. Segera setelah penyemaian, benih disiram.
Penyiraman selanjutnya dilakukan dua kali sehari dan disemprot insektisida jika
perlu. Keping biji terbuka tidak serentak sehingga perlu dibantu dengan tangan.
Setelah 4-5 hari di persemaian benih sudah berkecambah dan siap
dipindahtanamkan ke polybag.
Pemeliharaan
pembibitan
Media
pembibitan berupa campuran tanah subur, pupuk kandang dan pasir dengan
perbandingan 2:1:1, kemudian media ini diayak dan dimasukkan ke dalam
polybag 20 x 30 cm sampai 1-2 cm di bawah tepi polybag. Kecambah yang
memenuhi syarat untuk dipindahkan ke dalam pembibitan berkecambah pada hari ke
4-5 dan akarnya lurus. Satu kecambah kakao dimasukkan ke dalam lubang sedalam
telunjuk, lalu lubang ditutup dengan media. Polybag berisi kecambah
disimpan di lokasi pembibitan dengan jarak 60 cm dalam pola segitiga sama sisi.
Supaya tidak bergerak, polibag diletakkan di dalam alur sedalam 5 cm atau
ditimbun dengan tanah secukupnya. Pembibitan dinaungi oleh pohon pelindung atau
dibuat atap dari anyaman bambu Pembibitan disiram dua kali sehari kecuali
jika hujan. Air siraman tidak boleh menggenangi permukaan media.
Bibit dipupuk setiap 14 hari sampai berumur 3 bulan dengan ZA (2
gram/bibit) atau urea (1 gram/bibit) atau NPK (2 gram/bibit). Pupuk diberikan
pada jarak 5 cm melingkarai batang kecuali untuk urea yang diberikan dalam
bentuk larutan. Pengendalian hama dilakukan dengan penyemprotan insektisida dan
fungisida setiap 8 hari.
Pemindahan
Bibit Setelah berumur 3 bulan, bibit dalam polybag dipindahkan ke lapangan
dan naungan dikurangi secara bertahap. Bibit yang baik untuk ditanam di
lapangan berumur 4-5 bulan, tinggi 50-60 cm, berdaun 20-45 helai dengan
sedikitnya 4 helai daun tua, diameter batang 8 mm dan sehat. Dengan jarak tanam
3 x 3 m, kebutuhan bibit untuk satu hektar adalah 1250 batang termasuk untuk
penyulaman.
Pengolahan
Media Tanam
Persiapan
Lahan
perkebunan coklat/kakao dapat berasal dari hutan asli, hutan sekunder, tegalan,
bekas tanaman perkebunan atau pekarangan. Lahan yang miring harus dibuat
teras-teras agar tidak terjadi erosi. Areal dengan kemiringan 25-60% harus
dibuat teras individu.
Pembukaan
Lahan
Cara
penyiapan lahan dapat dengan cara pemberihan selektif dan pembersihan total.
Alang-alang di tanah tegalan harus dibersihkan/dimusnahkan supaya tanaman kakao
dan pohon naungan dapat tumbuh baik. Untuk memperlancar pembuangan air, saluran
drainase yang secara alami telah ada harus dipertahankan dan berfungsi sebagai
saluran primer. Saluran sekunder dan tersier dibangun sesuai dengan keadaan
lapangan.
Pengapuran
Tanah-tanah
dengan pH di bawah 5 perlu diberi kapur berupa batu kapur sebanyak 2 ton/ha
atau kapur tembok sebanyak 1.500 kg/ha.
Pemupukan
Pemupukan
sebelum bibit ditanam dapat dilakukan guna untuk merangsang pertumbuhan bibit
cokelat. Lubang-lubang tersebut perlu diberi pupuk dengan pupuk Agrophos
sebanyak 300 gram/lubang atau pupuk urea sebanyak 200 gram/lubang, pupuk TSP
sebanyak 100 gram/lubang. Pupuk-pupuk tersebut diberikan 2 (dua) minggu sebelum
penanaman bibit cokelat, kemudian lubang tersebut ditutup kembali dengan tanah
atas yang dicampur dengan pupuk kandang/kompos.
Teknik
Penanaman
Penentuan
Pola Tanaman
Tanaman
kakao mutlak memerlukan pohon pelindung yang ditanam sebagai tanaman lorong
diantara tanaman-tanaman kakao. Terdapat dua macam pohon pelindung
yaitu:a) Pohon pelindung sementara. Pohon ini diperlukan untuk
melindungi tanaman kakao muda (belum berproduksi) dari tiupan angin dan sinar
matahari. Jenis pohon yang dapat ditanam adalah pisang (Musa paradisiaca),
turi (Sesbania sp.), Flemingia congestaatau Clotaralia sp.b)
Pohon pelindung tetapPohon ini harus dipertahankan sepanjang hidup tanaman
kakao dan berfungsi sebagai melindungi tanaman kakao yang sudah produktif dari
kerusakan sinar matahari dan menghambat kecepatan angin. Jenis pohon yang cocok
adalah Lamtoro (Leucena sp.), Sengon Jawa (Albizia stipula),
Dadap (Erythrina sp.) dan Kelapa (Cocos nucifera).
Pohon pelindung tetap ditanam dengan jarak tanam 6 x 3 m. Jarak tanam
yang diajurkan adalah 3 X 3 m2 dengan kerapatan pohon 1.100 batang
pohon/hektar. Jarak ini sangat ideal karena nantinya pohon akan membentuk tajuk
yang seimbang sehingga tanaman tidak akan mudah tumbang.
Pembuatan
Lubang Tanam
Lubang
tanam dibuat 2-3 bulan sebelum tanam dengan ukuran:a) 40 x 40 x 40
cm untuk tanah bertekstur sedangb) 60 x 60 x 60 cm atau 80 x 80 x
80 cm untuk tanah bertekstur beratc) 30 x 30 x 30 cm untuk tanah
bertekstur ringan Lubang dipupuk dengan Agrophos 300 gram/lubang atau
campuran urea 200 gram/lubang dan Sp-36 100 gram/lubang. Tutup kembali lubang
tanam.
Cara
Penanaman
a)
Polybag disayat pada bagian sisi dan bawah, keluarkan bibit dan media dalam
keadaan utuh.
b)
Lubangi lubang tanam yang telah ditutup lagi tersebut selebar diameter
polybag. Letakkan bibit sehingga permukaan media sejajar dengan tanah.
c)
Masukkan kembali tanah galian dan padatkan tanah di sekeliling bibit.
d)
Topang batang bibit dengan dua potong kayu/bambu.
e)
Untuk mencegah gangguan hewan, tanaman kakao harus diberi pagar pengaman dari
bambu.
Pemeliharaan
Tanaman
Penjarangan
dan Penyulaman
Penyulaman
dapat dilakukan sampai tanaman berumur 10 tahun.
Sanitasi
lingkungan
Sanitasi
dilakukan dengan penyiangan, membersihkan bagian tanaman yang terinfeksi,
membuang cangkang buah yang berserakan di bawah pohon. Untuk penyiangan
dilakukan dengan membabat tanaman pengganggu sekitar 50 cm dari pangkal batang
atau dengan herbisida sebanyak 1,5-2,0 liter/ha yang dicampur dengan 500-600
liter air. Penyiangan yang paling aman adalah dengan cara mencabut tanaman
pengganggu.Tujuan penyiangan/pengendalian gulma adalah untuk mencegah
persaingan dalam penyerapan air dan unsur hara, untuk mencegah hama dan
penyakit serta gulma yang merambat pada tanaman cokelat/kakao. Dalam
pemberantasan gulma harus dikaukan rutin minimal satu bulan sekali, yaitu
dengan menggunakan cangkul, koret/dicabut dengan tangan.
Pemangkasan
Tujuan
pemangkasan adalah untuk menjaga/pencegahan serangan hama atau penyakit,
membentuk pohon, memelihara tanaman dan untuk memacu produksi.
a) Pemangkasan
bentuk1. Fase muda. Dilakukan pada saat tanaman berumur 8-12
bulan dengan membuang cabang yang lemah dan mempertahankan 3-4 cabang yang
letaknya merata ke segala arah untuk membentuk jorquette (percabangan)
2. Fase remaja. Dilakukan pada saat tanaman berumur 18-24 bulan dengan
membuang cabang primer sejauh 30-60 cm dari jorquette (percabangan)
b) Pemangkasan
pemeliharaan.Membuang tunas yang tidak diinginkan, cabang kering, cabang
melintang dan ranting yang menyebabkan tanaman terlalu rimbun.
c) Pemangkasan
produksi. Bertujuan untuk mendorong tanaman agar memiliki kemampuan
berproduksi secara maksimal. Pemangkasan ini dilakukan untuk mengurangi
kelebatan daun.
Pemupukan
Dosis
pemupukan tanaman yang belum berproduksi (gram/tanaman):
a)
Umur 2 bulan: ZA=50 gram/pohon.
b)
Umur 6 bulan: ZA=75 gram/pohon; TSP=50 gram/pohon; KCl=30 gram/pohon;
Kleserit=25 gram/pohon
c)
Umur 12 bulan: ZA=100 gram/pohon
d)
Umur 18 bulan: ZA=150 gram/pohon; TSP=100 gram/pohon; KCl=70 gram/pohon;
Kleserit=50 gram/pohon
e)
Umur 24 bulan: ZA=200 gram/pohon Dosis pemupukan tanaman berproduksi
(gram/tanaman):a) Umur 3 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon, Urea = 2 x
50 gram/pohon, TSP = 2 x 50 gram/pohon, KCl = 2 x 50 gram/pohon.b)
Umur 4 tahun: ZA = 2 x 100 gram/pohon, Urea = 2 x 100 gram/pohon, TSP = 2 x 100
gram/pohon, KCl = 2 x 100 gram/pohon.c) 5 tahun: ZA = 2 x 250
gram/pohon, Urea = 2 x 125 gram/pohon, TSP= 2 x 125 gram/pohon, KCl = 2 x 125
gram/pohon. Pemupukan dilakukan dengan membuat alur sedalam 10 cm di
sekeliling batang kakao dengan diameter kira-kira ½ tajuk. Waktu pemupukan di
awal musim hujan dan akhir musim hujan.
Penyiraman
Penyiraman
tanaman cokelat yang tumbuh dengan kondisi tanah yang baik dan berpohon
pelindung, tidak perlu banyak memerlukan air. Air yang berlebihan
menyebabkan kondisi tanah menjadi sangat lembab. Penyiraman pohon cokelat
dilakukan pada tanaman muda terutama tanaman yang tak diberi pohon
pelindung.
Penyemprotan
Pestisida
Penyemprotan
pestisida dilakukan dengan dua tahapan, pertama bersifat untuk pencegahan
sebelum diketahui ada hama yang benar-benar menyerang. Kadar dan jenis
pestisida disesuaikan. Penyemprotan tahapan kedua adalah usaha
pemberantasan hama, selain jenis juga kadarnya ditingkatkan. Misal untuk
pemberantasan digunakan insektisida berbahan aktif seperti Dekametrin (Decis
2,5 EC), Sihalotrin (Matador 25 EC), Sipermetrin (Cymbush 5 EC), Metomil Nudrin
24 WSC/Lannate 20 L) dan Fenitron (Karbation 50 EC).
Penyerbukan
Buatan
Dari
bunga yang muncul hanya 5% yang akan menjadi buah, peningkatan persentase
pembuahan dapat dilakukan dengan penyerbukan buatan. Bagian bunga yang
mekar digosok denga bunga jantan yang telah dipetik sebelumnya, kemudian
bunga ditutup dengan sungkup. Penggosokan dilakukan dengan jari tangan.
Rehabilitasi
Tanaman Dewasa
Tanaman
dewasa yang produktivitasnya mulai menurun tidak diremajakan (ditebang untuk
diganti tanaman baru), tetapi direhabilitasi dengan cara okulasi tanaman dewasa
dan sambung samping tanaman dewasa. Cara yang kedua lebih unggul karena
peremajaan dapat dilakukan dalam waktu yang lebih singkat, murah dan lebih
cepat berproduksi. Entres (bahan sambungan) diambil dari kebun entres atau
produksi yang telah diseleksi, berupa cabang berwarna hijau, hijau kekakaoan
atau kakao, diameter 0,75-1,50 cm dan panjang 40-50 cm. Sambungan dapat dibuka
setelah 3-4 minggu.
Panen
Sering
Panen
sering bertujuan untuk mengurangi jumlah OPT terutama PBK yang menyerang buah
kakao.
Hama dan
Penyakit
Hama
1. Penggerek
Buah Kakao (Conopomorpha cramerella Snell)
2. Kepik Penghisap
Buah (Helopeltis sp.)
3. Penggerek Batang atau Cabang (Zeuzera
coffeae)
4. Ulat Api (Darna
trima)
5. Ulat Jengkal/Ulat Kilan (Hyposidra talaca)
6. Apogonia sp.
7. Tikus (Rattus argentiventer Rob. & Kloss)
Penyakit
1. Penyakit Busuk
Buah (Phytophthora palmivora)
2. Kanker Batang (Phytophthora
palmivora)
3. Vascular Streak
Dieback (Oncobasidium theobromae)
4. Jamur Upas (Corticium
salmonicolor)
5. Penyakit Antraknose (Colletotrichum gloeosporioides)
Panen
Ciri dan
Umur Panen
usia
5 bulan. Ciri-ciri buah akan dipanen adalah warna kuning pada alur buah; warna
kuning pada alur buah dan punggung alur buah; warna kuning pada seluruh
permukaan buah dan warna kuning tua pada seluruh permukaan buah. Kakao
masak pohon dicirikan dengan perubahan warna buah:a) Warna buah
sebelum masak hijau, setelah masak alur buah menjadi kuning.b)
Warna buah sebelum masak merah tua, warna buah setelah masak merah muda,
jingga, kuning. Buah akan masak pada waktu 5,5 bulan (di dataran rendah)
atau 6 bulan (di dataran tinggi) setelah penyerbukan. Pemetikan buah dilakukan
pada buah yang tepat masak. Kadar gula buah kurang masak rendah sehingga hasil
fermentasi kurang baik, sebaliknya pada buah yang terlalu masak, biji
seringkali telah berkecambah, pulp mengering dan aroma berkurang. ±Buah cokelat/kakao bisa
dipenen apabila perubahan warna kulit dan setelah fase pembuahan sampai
menjadi buah dan matang
Cara
Panen
Untuk
memanen cokelat digunakan pisau tajam. Bila letak buah tinggi, pisau disambung
dengan bambu. Cara pemetikannya, jangan sampai melukai batang yang ditumbuhi
buah. Pemetikan cokelat hendaknya dilakukan hanya dengan memotong tangkai buah
tepat dibatang/cabang yang ditumbuhi buah. Hal tersebut agar tidak menghalangi
pembungaan pada periode berikutnya. Pemetikan berada di bawah pengawasan
mandor. Setiap mandor mengawasi 20 orang per hari. Seorang pemetik dapat
memetik buah kakao sebanyak 1.500 buah per hari. Buah matang dengan
kepadatan cukup tinggi dipanen dengan sistem 6/7 artinya buah di areal tersebut
dipetik enam hari dalam 7 hari. Jika kepadatan buah matang rendah, dipanen
dengan sistem 7/14.
Periode
Panen
Panen
dilakukan 7-14 hari sekali. Selama panen jangan melukai batang/cabang yang
ditumbuhi buah karena bunga tidak dapat tumbuh labi di tempat tersebut pada
periode berbunga selanjutnya.
Prakiraan
Produksi
Tanaman
kakao mencapai produksi maksimal pada umur 5-13 tahun. Produksi per hektar
dalam satu tahun adalah 1.000 kg biji kakao kering.
Pascapanen
Pengumpulan
Buah yang
telah dipanen biasanya dikumpulkan pada tempat tertentu dan dikelompokkan
menurut kelas kematangan. Pemecahan kulit dilaksanakan dengan menggunakan kayu
bulat yang keras.
Penyortiran/pengelompokkan
Biji
kakao kering dibersihkan dari kotoran dan dikelompokkan berdasarkan
mutunya:a) Mutu A: dalam 100 gram biji terdapat 90-100 butir
bijib) Mutu B: dalam 100 gram biji terdapat 100-110 butir
bijic) Mutu C: dalam 100 gram biji terdapat 110-120 butir
biji.
Penyimpanan
Biji
kakao basah diperam (difermentasi) selama 6 hari di dalam kotak kayu tebal yang
dilapisi aluminium dan bagian bawahnya diberi lubang-lubang kecil dengan cara
sebagai berikut:a) Tumpukkan biji di dalam kotak dengan tinggi
tumpukan tidak lebih dari 75.b) Tutup dengan karung goni atau daun
pisang.c) Aduk-aduk biji secara periodik (1 x 24 jam) agar suhu
naik sampai 50 derajat C.
Pengemasan
dan Pengangkutan
Biji-biji
cokelat yang sudah kering dapat dimasukan dalam karung goni. Tiap goni diisi 60
kilogram biji cokelat kering. kemudian karung-karung yang berisi biji cokelat
kering tersebut disimpan dalam gudang yang bersih, kering dan berfentilasi yang
baik. Sebaiknya biji cokelat tersebut sudah segera bisa dijual dan diangkut
dengan menggunakan truk dan sebagainya. Penyimpanan di gudang, sebaiknya tidak
lebih dari 6 bulan, dan setiap tiga bulan harus diperiksa untuk melihat ada
tidaknya jamur atau hama yang menyerang biji cokelat.
Penanganan
Lain
Setelah
diperam, biji dicuci agar mengkilap (biji kakao jenis Bulk tidak dicuci)
setelah itu dikeringkan sampai kadar airnya 6-7%. Pengeringan bisa dengan sinar
matahari atau alat pengering.
Sumber :
Anonim. 1998. Pengenalan
dan Pengendalian Hama-Penyakit Tanaman Kakao. Pusat Penelitian Kopi dan
Kakao. Jember. No. Seri:01.004.98. 28 hal.
Enwistle.
1972. Hama dan Penyakit Utama Tanaman Kakao (terjemahan). http://id.findpdf.org/wiki.com(1809-2010).
Hindayana,
Dadan dkk. 2002. Musuh Alami, Hama dan Penyakit Tanaman Kakao. Proyek Pengendalian Hama
Terpadu Perkebunan Rakyat, Direktorat Perlindungan
Perkebunan, Direktorat Jenderal Bina Produksi Perkebunan, Departemen Pertanian.
Jakarta.
Iskandar, A.Md. 2010. Cara Budidaya Kakao. Gedung Wani
(Leaflet1)
Kantor Deputi Menegristek Bidang Pendayagunaan
dan Pemasyarakatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi MIG Corp.
Pracaya.
2008. Hama dan Penyakit Tanaman. Jakarta: Penebar Swadaya.
Budidaya Tanaman Karet Yang Baik
Dan Benar -
Tanaman karet yang memiliki nama latin Hevea braziliensis ini menjadi salah
satu tanaman jangka panjang yang digandrungi oleh masyarakat khususnya kalangan
menengah keatas. Tanaman yang berasal dari negeri Brasil ini dipandang sebagai
investasi yang sangat menjanjikan. Selain itu juga, Karet mempunyai arti
penting dalam aspek kehidupan sosial ekonomi masyarakat indonesia, yaitu
Sebagai salah satu komoditi penghasil devisa negara serta sebagai tempat
persediaanya lapangan pekerjaan bagi penduduk sekitar.
Melihat dari latar belakang tersebut, CaraMenanam.com sedikit berbagi informasi seputar Budidaya Tanaman Karet Yang Baik Dan Benar diantaranya senagai berikut;
1. Persiapan Lahan Tanam.
Untuk lahan tanam pada tanaman karet ini memiliki syarat atau kriteria tanah yang perlu diperhatikan, diantaranya yaitu ;
- Tanah harus gembur.
- Kedalaman antara 1-2 meter.
- Tidak bercadas.
- PH tanah 3,5 – 7,0.
- Ketinggian
tempat antara 0 – 400 meter paling baik pada ketinggian 0 – 200 meter,
setiap kenaikan 200 meter matang sedap terlambat 6 bulan.
Selain dari kriteria tanah, iklim
juga mempengaruhi tumbuh kembang tanaman karet itu sendiri. Iklim yang cocok
adalah Curah hujan minimum 1.500 mm pertahun, jumlah hari hujan 100 – 150 hari,
curah hujan optimum 2.500 – 4.000 mm.
2. Penanaman.
Untuk penanaman diperlukan tahap-tahapan sebagai berikut ;
2. Penanaman.
Untuk penanaman diperlukan tahap-tahapan sebagai berikut ;
- Pembuatan lubang tanam dan
pengajiran kedua.
- Jarak tanam untuk tanah
ringan 45X45X30 Cm, untuk tanah berat 60 X 60 X 40 Cm.
- Lubang dibiarkan satu bulan
atau lebih.
- Jenis
penutup tanah; Puecaria Javanica, Colopogonium moconoides dan centrosema
fubercens, penanaman dapat diatur atau ditugal setelah tanah diolah dan di
bersihkan, jumlah bibit yang ditanam 15 – 20 Kg/Ha dengan perbandingan 1 :
5 : 4 antara Pueraria Javanoica : Colopoganium moconoides dan cetrosema
fubercens.
- Penanaman
; bibit ditanam pada lubang tanah yang telah dsiberi tanda dan ditekan
sehingga leher akan tetap sejajar dengan permukaan tanah, tanah sekeliling
bibit diinjak-injak sampai padat sehingga bibit tidak goyang, untuk stump
mata tidur mata menghadap ke sekatan atau di sesuaikan dengan arah angin.
3. Pemeliharaan.
Setelah penanaman tanaman karet selanjutnya ke tahap pemeliharaan, baik secara rutin maupun secara berkala. Untuk pemeliharaan ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu;
A. Penyulaman.
- Bibit yang baru ditanam
selama tiga bulan pertama setelah tanam diamati terus menerus.
- Tanaman yang mati segera
diganti.
- Klon tanaman untuk
penyulaman harus sama.
- Penyulaman dilakukan sampai
unsur 2 tahun.
- Penyulaman setelah itu dapat
berkurang atau terlambat pertumbuhannya.
B. Pemotongan Tunas Palsu.
Tunas palsu dibuang selama 2 bulan pertama dengan rotasi 1 kali 2 minggu, sedangkan tunas liar dibuang sampai tanaman mencapai ketinggian 1,80 meter.
C. Merangsang Percabangan.
Bila tanaman sudah berumur 2 – 3 tahun dengan tinggi berkisar 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
Bila tanaman sudah berumur 2 – 3 tahun dengan tinggi berkisar 3,5 meter belum mempunyai cabang perlu diadakan perangsangan dengan cara :
- Pengeringan batang (ring
out)
- Pembungkusan pucuk daun
(leaf felding)
- Penanggalan (tapping)
D. Pemupukan
Pemupukan dilakukan 2 kali setahun yaitu menjelang musim hujan dan akhir musim kemarau, sebelumnya tanaman dibersihkan dulu dari rerumputan dibuat larikan melingkar selama – 10 Cm. Pemupukan pertama kurang lebih 10 Cm dari pohon dan semakin besar disesuaikan dengan lingkaran tajuk.
4. Masa Panen Dan Pasca Panen.
Ini merupakan tahap terakhir menanam karet. Karet ini cara memanennya yaitu dengan cara di sadap. untuk tanda-tanda tanaman karet siap untuk disadap yaitu Umur tanaman rata-rata 6 tahun atau 55% dari areal 1 hektar sudah mencapai lingkar batang 45 Cm sampai dengan 50 Cm. Disadap berselang 1 hari atau 2 hari setengah lingkar batang. Hasil karet dari sadapan disebut juga sebagai lateks. Nah untuk penglahan lateks tersebut sebagai berikut ;
- Standar
karet kebun diturunkan dari rata-rata 32% menjadi 16% dengan jalan memberi
air yang bening atau yang bersih.
- Kemudian
dicampur dengancuka/setiap 1 Kg karet kering 350 s/d 375 Cc larutan 1%
cuka.
- Dibiarkan
sampai beku.
- Kemudian
digiling dalam gilingan polos dan kembang, kemudian direndam rata-rata 60
menit.
- Disadap
selama 1 minggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar